INTERNET POSITIF!
Sebagai Facebooker yang aktif aku sangat suka menjelajahi facebook dan juga bercengkrama dengan teman teman dunia maya. aku bukanlah orang yang hobi menonton tv karena terlalu banyak drama di tv aku benci dengan drama" tersebut. berselancar di dunia maya terutama facebook kita mampu mendapatkan informasi informasi yang terjadi di sekitar kita bahkan hingga ketempat yang jauh disana.
Tapi semua berubah saat berita hoax menyerang, mencari berita/informasi di facebook sudah tidak menyenangkan seperti dulu lagi berbagai ujaran kebencian diungkapkan mengiringi berita berita hoax tersebut entah ini sudah dimulai sejak kapan seingatku ini dimulai sejak pilpres 2014 lalu saat kubu merah melawan kubu putih yang saat itu berita hoax mulai meracuni facebook situs favorit ku entah mengapa mereka para keyboard warrior begitu ingin menjatuhkan lawannya dengan berbagai berita-berita yang tidak benar(hoax).
Menurut Menteri Kominfo situs yang menyebarkan berita hoax pada tahun 2016 terdata hingga 700rb situs dan hampir memasuki 800rb situs dan itu tidak termasuk dengan akun akun palsu yang beredar di media sosial!
Fenomena seperti ini bahkan telah menjadi industri tersendiri hal ini dibuktikan dengan tertangkapnya sindikat saracen yang merupakan sindikat atau organisasi yang membuat berita-berita hoax sebagai suatu cara untuk mendapatkan uang dengan mudahnya, Saracen bergerak pada november 2015 dengan cara menyebarkan proposal kepada sejumlah pihak dan menawarkan jasa untuk membuat berita hoax dan SARA di media sosial.
Apa yang telah dilakukan oleh sindikat sindikat seperti saracen ini berbuah sangat manis kebiasaan orang indonesia yang hanya membaca judulnya langsung terpancing emosinya membuat bisnis berita hoax menjadi semakin lancar karena respon respon netizen menjadi positif (dimata sinidikat saracen) dalam menanggapi berita berita tersebut.
Efek dari industri hoax ini sangat membahayakan, banyak orang yang dengan mudahnya terpancing dengan berita-berita seperti ini, terlebih lagi aku pernah melihat video sekelompok anak-anak yang entah dari mana asalnya mereka dengan lantang meneriakan ujaran kebencian. Akan hancur generasi penerus bangsa ini jika oknum-oknum tersebut masih dengan bebas berkeliaran dan menyebarkan berita-berita hoax tersebut.
sejak kegilaan-kegilaan yang beredar di dunia maya makin menggila Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI) melakukan langkah untuk mencegah kegilaan tersebut yakni dengan revisi UU ITE pemerintah berharap dengan adanya revisi ini mampu mengurangi kekacauan yang terjadi di dunia maya tersebut.
![]() |
| Ilustrasi Merdeka.com |
Selain revisi UU ITE saya berharap alangkah baiknya pemerintah jika terus melakukan edukasi edukasi dalam melawan berita hoax, yang memang melawan berita hoax ini seperti melawan negara api yang begitu berat bagi pihak pemerintah maupun masyarakat. Jadilah netizen yang bijak janganlah jadi netizen yang seperti mercon sumbu pendek yang mudah meledak berkomunikasi lah secara bijak, baik itu dalam menerima maupun memberikan informasi dalam media apapun.
Jadikanlah Internet sebagai ajang untuk berkarya sebagaimana semestinya anak muda yang kreatif, keluarkanlah talenta-talenta kalian jangan jadi saracen-saracen yang lain Stay Positive!
Hidup Internet Positif!
Jadikanlah Internet sebagai ajang untuk berkarya sebagaimana semestinya anak muda yang kreatif, keluarkanlah talenta-talenta kalian jangan jadi saracen-saracen yang lain Stay Positive!
Hidup Internet Positif!



No comments: